PERAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI BUDIDAYA MADU KELULUT YANG BERKELANJUTAN

Authors

  • Rina Masithoh Haryadi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Catur Dewi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Eddy Soegiarto K Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda
  • Imam Nazarudin Latif Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.36277/geoekonomi.v15i1.2024.453

Keywords:

Education, training, community welfare, stingless bee honey cultivation, institutional support

Abstract

Pendidikan dan pelatihan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui budidaya madu kelulut sebagai wujud ekonomi berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak program pendidikan dan pelatihan terhadap efektivitas budidaya madu kelulut, dengan fokus pada kelompok petani madu di Kecamatan Samarinda Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, di mana responden, sebanyak 50 petani madu kelulut, diminta mengisi kuesioner terkait peran pendidikan dan pelatihan dalam peningkatan kesejahteraan. Variable yang digunakan adalah pendidikan dan pelatihan (X1), kualitas dan relevansi materi pelatihan (X2), kesejahteraan masyarakat lokal (Y) dan Variable moderating dukungan institusi terkait (M). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan institusi memperkuat hubungan antara pendidikan, pelatihan, dan kesejahteraan masyarakat, dengan indikator dukungan pemerintah setempat, kebijakan yang mendukung, serta monitoring pemerintah terhadap praktik berkelanjutan. Dengan demikian, pendidikan dan pelatihan yang efektif serta dukungan institusi dapat meningkatkan efektivitas budidaya madu kelulut yang berkelanjutan dan mendorong kesejahteraan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bartelmus, P. (2010). Use and usefulness of sustainability economics. Ecological Economics, 69(11), 2053–2055. https://doi.org/10.1016/J.ECOLECON.2010.06.019

Gemeda, T. K. (2014). Integrating Improved Beekeeping as Economic Incentive to Community Watershed Management: The Case of Sasiga and Sagure Districts in Oromiya Region, Ethiopia. Agriculture, Forestry and Fisheries, 3(1), 52. https://doi.org/10.11648/J.AFF.20140301.19

Isah, I. A., Olagunju, O., Ismail, M. M., Hassan, S., & Man, N. (2019). Enhancing Sustainable Stingless Beekeeping Production through Technology Transfer and Human Resource Development in Relationship with Extension Agents Work Performance among Malaysian Beekeepers. Asian Journal of Agricultural Extension, Economics & Sociology, 1–12. https://doi.org/10.9734/ajaees/2019/v30i230108

jurnal uniba. (n.d.).

Noorahya, F., Withaningsih, S., & Parikesit. (2022). Social acceptance of stingless bee honey cultivation for sustainable bioproduction system. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1211(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/1211/1/012005

Singh, H. P., Singh, A., Alam, F., & Agrawal, V. (2022). Impact of Sustainable Development Goals on Economic Growth in Saudi Arabia: Role of Education and Training. Sustainability (Switzerland), 14(21). https://doi.org/10.3390/su142114119

Published

2024-06-30

How to Cite

Masithoh Haryadi, R., Dewi, C., Soegiarto K, E., & Nazarudin Latif, I. (2024). PERAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI BUDIDAYA MADU KELULUT YANG BERKELANJUTAN. Jurnal GeoEkonomi, 15(1.2024), 81–90. https://doi.org/10.36277/geoekonomi.v15i1.2024.453